Buka usaha laundry sering kelihatan simpel dari luar. Tinggal beli mesin, buka pintu, terima cucian. Tapi begitu mulai dihitung satu per satu, baru terasa kalau modal laundry itu bukan cuma soal mesin cuci. Supaya nggak salah langkah, perhitungan dari awal perlu jelas.
Hal pertama yang perlu ditentukan adalah skala usaha. Laundry rumahan tentu beda modalnya dengan laundry ruko atau semi profesional. Di artikel ini, kita pakai gambaran laundry kecil–menengah yang realistis dan sering dipakai pemula.
Modal Peralatan Utama Laundry
Modal paling besar biasanya ada di peralatan utama. Untuk mesin cuci dan mesin pengering, kisaran modal awal biasanya ada di rentang Rp25–45 juta, tergantung kapasitas dan merek. Ini biasanya sudah mencakup mesin yang siap dipakai harian.
Peralatan Pendukung yang Wajib Ada
Selain mesin utama, ada peralatan pendukung yang sering diremehkan tapi wajib ada. Mulai dari setrika, meja setrika, timbangan, rak jemur atau rak lipat, hingga keranjang cucian. Untuk bagian ini, siapkan kisaran Rp3–7 juta agar operasional bisa rapi dari awal.
Berikut gambaran sederhana peralatan inti yang perlu disiapkan:
- Mesin cuci (sesuai target kapasitas harian)
- Mesin pengering (biar nggak tergantung cuaca)
- Setrika & meja setrika
- Timbangan laundry
- Rak lipat / rak jemur / keranjang
Biaya Tempat Usaha
Selanjutnya, masuk ke biaya tempat usaha. Kalau pakai rumah sendiri, biaya ini bisa ditekan. Tapi kalau sewa ruko atau kontrakan kecil, siapkan dana sekitar Rp10–25 juta per tahun, tergantung lokasi dan ukuran.
Biaya Instalasi dan Persiapan Teknis
Jangan lupa biaya instalasi dan persiapan teknis. Listrik tambahan, instalasi air, selang, pipa, hingga exhaust atau kipas sirkulasi. Biasanya bagian ini makan biaya sekitar Rp2–5 juta, tergantung kondisi lokasi.
Modal Operasional Awal
Ada juga biaya operasional awal yang wajib disiapkan sebelum buka. Ini termasuk deterjen, parfum laundry, plastik, label, dan kebutuhan habis pakai lainnya. Modal awal yang aman biasanya sekitar Rp1–3 juta.
Modal Cadangan Bulan Pertama
Selain itu, siapkan modal cadangan untuk bulan pertama. Ini penting banget karena di awal, pemasukan belum tentu langsung stabil. Cadangan untuk listrik, air, dan kebutuhan tak terduga biasanya sekitar Rp3–5 juta.